wirahadie.com

Serunya Travelling Sambil Mencari Ikan dan Cumi-Cumi

Serunya Travelling Sambil Mencari Ikan dan Cumi-Cumi

 Serunya Travelling Sambil Mencari Ikan dan Cumi-Cumi

Pada hari kamis tanggal  12 Mei 2016 yang bertepatan dengan berakhirnya masa penentu kelulusan untuk siswa sekolah, yaitu ujian nasional untuk jenjang SMP tahun 2016. Para panitia ujian nasional di sekolah MTs Nahdlatus Shaufiah Wanasaba melakukan liburan ke salah satu pantai Labuhan Lombok yang lokasinya tidak jauh, karena masih satu lokasi, yaitu di Lombok Timur.
Travelling Bejaring
Keseruan saat mendapatkan cumi-cumi

Rasa penat, lelah, dan kesibukan saat menjadi panitia ujian nasional memang harus dibayar mahal dengan rekreasi untuk menghilangkan kejenuhan saat beraktivitas dengan rutinitas di sekolah . Tak ayal, para guru-guru di sekolah MTs Nahdlatus Shaufiah Wanasaba berinisiatif untuk travelling sambil mencari cumi-cumi dan ikan di sebuah pantai yang tidak terlalu jauh dari lokasi sekolah kami.

Tepat jam menunjukkan pukul 3 sore, para guru sudah bersiap meluncur ke tempat lokasi dengan berkumpul di sekolah, sambil menunggu rekan guru yang belum tiba di sekolah, para guru duduk dengan santai di sebuah “berugak” (rumah-rumahan kecil tempat duduk bersantai) sambil menikmati hempasan angin sepoi-sepoi yang begitu menyejukkan.

Setelah beberapa saat kemudian, tibalah seorang guru yang kami tunggu-tunggu. Dan kami pun bersiap melaju ke pantai Labuhan Lombok. Dengan mengendarai mobil sekolah yang menjadi kebanggaan kami, perjalanan terasa begitu menyenangkan, saat itu ada 9 guru yang mengendarai mobil sehingga mobil yang berkapasitas kurang lebih 15 orang itu terasa longgar. Dan kami pun sangat menikmati perjalanan yang menyenangkan itu, para guru asyik bercanda ria di dalam mobil sehingga menambah keharmonisan suasana di dalam mobil tersebut. Setelah beberapa saat kemudian tibalah kami di tempat tujuan, yaitu pantai Labuhan Lombok. 

Setibanya di tempat lokasi, kami pun menaruh parkir mobil tidak jauh dari bibir pantai Labuhan Lombok. Dan semua guru mulai mengenakan atribut untuk mandi dan tentunya sambil mencari ikan dan cumi-cumi dengan menggunakan jaring perangkap ikan yang sudah kami bawa dan siapkan dari rumah (bahasa lokal: “Bejaring”). Setelah semua sudah siap beraksi untuk memasang perangkap ikan, percobaan pertama pun dimulai. Salah seorang rekan guru yang sudah begitu pengalaman dalam hal ini menjadi pemimpin dan selalu mengarahkan kami bagaimana cara memasang perangkap ikan di tengah pantai, karena rata-rata kami belum mahir dan berpengalaman dalam memasang perangkap ikan, beliau pun langsung melakukannya sendiri dengan menggunakan pelampung yang terbuat dari ban dalam mobil, dan sebagian kami menunggu di bibir pantai, tentunya sambil menunggu intruksi yang harus dilakukan.

Travelling Bejaring
 Persiapan pemasangan perangkap

Percobaan pertama

Percobaan pertama dimulai, setelah jaring atau perangkap ikan sudah terpasang dan terbentang membentuk setengan lingkaran dari bibir pantai dan menjorok masuk ke bagian tepi pantai yang tidak terlalu jauh, kami pun bersiap-siap untuk menarik perangkap ikan secara perlahan-lahan. Keseruan itu pun terjadi saat perangkap yang kami pasang dan tarik secara perlahan sudah tiba di pinggir pantai. Ternyata banyak ikan yang ukurannya cukup besar sudah mulai terjaring di perangkap, namun nasip kurang beruntung sedang menimpa kami. Ikan-ikan itu pun mengamuk bagaikan hewan kurban yang takut disembelih. Para guru sempat beradu otot dengan para ikan yang sempat terperangkap. Namun, tidak ada yang mampu menaklukkan kelihaian sang ikan, mereka melompat dan terlepas dari genggaman kami, dari sekian banyak ikan yang terjaring hanya satu ikan yang berhasil tertangkap oleh rekan guru. Nampaknya kami kurang beruntung pada percobaan pertama ini. Tapi, kami sangat bersyukur sudah mendapatkannya meskipun hanya satu saja. Saya yang masih tergolong “Newbie” ( baru ) dalam hal ini merupakan menjadi pengalaman baru bagi pribadi saya. Sungguh sayik dan menyenagkan bersama rekan-rekan guru.

Travelling Bejaring 
Hasil tangkapan ikan pertama hanya satu ekor

Percobaan kedua

Pada percobaan kedua, kami gagal total. Karena tidak ada satu ikan pun yang kena perangkap, hanya tersisa sampah-sampah yang berada di pinggir pantai yang menghiasi perangkap kami. Sungguh gagal total. Kami pun tidak menyerah, dan mencoba berpindah haluan untuk pemasangan perangkap.
Guru MTs NS Wanasaba
Saat duduk santai bersama rekan guru

Percobaan ketiga

Untuk percobaan ketiga, kami cukup sukses dan berhasil banyak cumi-cumi yang terjaring dengan sempurna dengan ukurannya yang cukup lumayan besar. Alhamdulillah kami berhasil, sehingga menambah semangat kami untuk memasangnya kembali dan melanjutkan pemasangan perangkap pada percobaan keempat.

Guru MTs NS Wanasaba
 Cumi-cumi hasil penangkapan yang berukuran lumayan besar

Percobaan keempat

Pada percobaan keempat, kami mengulang kesuksesan kembali dengan mampu menjaring ikan yang begitu banyak meskipun ukurannya tidak terlalu besar hanya berukuran sedang. Dan percobaan pun berlanjut.

Bejaring
 Saat pengambilan ikan yang menempel pada jaring

 Ikan hasil tangkapan

Percobaan kelima

Pada pemasangan perangkap ini kembali menuai hasil, dan ada satu cumi-cumi yang menyita perhatian kami, yaitu kami berhasil mendapatkan satu cumi-cumi yang berukuran jumbo, dan bersama ikan-ikan kecil lainnya.

Cumi-cumi jumbo
 Cumi-cumi yang berukuran jumbo yang berhasil kami tangkap

Percobaan terakhir

Dan percobaan terahir pun kami lakukan lagi di tempat yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Namun, percobaan terakhir ini kami gagal total untuk mendapatkan ikan. Dan akhirnya kami putuskan untuk bergegas pulang. Dan kami sangat bersyukur mendapatkan hasil tangkapan yang begitu lumayan untuk ukuran kami yang hanya sekedar hobi untuk mengisi waktu luang dan sekedar untuk refreshing.
Pak sopir sedang asyik duduk sendiri

Nah, itulah perjalan kami saat liburan sambil menjaring ikan dan cumi-cumi di pantai Labuhan Lombok kayangan, kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, semoga cerita kami bisa bermanfaat untuk anda. Terima kasih sudah membaca dan menyimak cerita seru kami bersama rekan-rekan guru MTs Nahdlatus Shaufiah Wanasaba.

Kesimpulan yang bisa diambil dari kegiatan kami ini:

“Jika mengalami kegagalan dalam meraih apa yang kalian inginkan atau impikan, jangan mudah menyerah, jika anda gagal, cobalah mengulang kembali sampai berhasil. Karena dengan kegagalan kita akan mendapatkan pengalaman dan hal baru yang bisa mengantarkan kita menuju gerbang kesuksesan”
Sekian dan terima kasih.
Quipper Video

Bagikan Artikel ini:

Komentar Anda

Copyright © 2015-2017. wirahadie.com - All Rights Reserved