wirahadie.com

Kisah Inspiratif Mengenal Quipper School

Kisah Inspiratif Mengenal Quipper School

Kisah Inspiratif Mengenal Quipper School | Dua tahun yang lalu. Tepatnya pada tahun 2014. Media sosial facebook menjadi saksi bersejarah saya mengenal Quipper School. Mendengar dari namanya saja, jujur, saya sangat kepincut. “Apasih Quipper School itu?” Pertanyaanku dalam hati dengan penuh penasaran untuk menanti jawaban yang pasti.

Pengalaman Menggunakan Quipper
Gambar : quipper.com
Waktu itu, di beranda facebook saya muncul sebuah iklan dengan nama Quipper School, tak perlu berpikir panjang saya langsung saja menglik tautan yang muncul di beranda saya kala itu. Kemudian saya membaca sambil mencari tahu tentang Quipper melalui web resmi yang sudah tersedia. “Sepertinya ini media belajar yang sangat menarik” dalam hati ku bergumam. Saat mengetahui tentang Quipper pun saya langsung berminat banget ingin mencoba dan memperkenalkannya kepada siswa-siswiku. Meskipun di sekolah kami masih belum tersentuh internet atau belum memiliki internet sekolah. “Ah..itu bukan jadi alasan untuk memperkenalkan teknologi dalam kegiatan belajar” pikirku dalam hati.

Namun, ada hal yang membuatku sedikit kecewa kala itu. Pasalnya materi untuk siswa SMP belum tersedia, aku pun setia menunggu kapan materi untuk SMP dirilis, karena saya mengajar di jenjang SMP atau tepatnya di MTs NS Wanasaba kabupaten Lombok Timur. Sebuah sekolah swasta yang masih dalam keterbatasan dari sarana penunjang belajar yang modern seperti fasilitas internet sekolah yang belum tersedia.

Saat itu, saya tetap mengikuti perkembangan Quipper School, sambil menanti materi Quipper untuk siswa SMP. Setelah beberapa bulan kemudian, kabar baik pun datang. Alhamdulillah...Ternyata Quipper School untuk materi SMP sudah tersedia. Senang  sekali rasanya saya mendengar berita itu dari tim Quipper. Saya tidak menyia-nyiakan peluang untuk memperkenalkan metode belajar modern yang kekinian tersebut. Paling populer disebut sistem belajar e-learning, atau sistem belajar elektronik yang dijalankan secara digital.

“Nampaknya ini metode belajar yang sangat menarik untuk disajikan ke peserta didik” pikirku. Meskipun di sekolah tempat saya belum memadai dari segi fasilitas untuk memperkenalkan metode belajar modern sekelas e-learning. Semuanya bisa diatasi asalkan kita mempunyai kemauan. Dimana ada kemauan di situ ada jalan. Sambil saya memotivasi diri.

Saya masih ingat sejak pertama kali menggunakan Quipper. Saat mendaftarkan siswa, saya harus mencetak kartu agar bisa mengajak siswa untuk mendaftar, karena pada kartu tersebut ada kode unik yang digunakan untuk mendaftar dan bisa mengakses Quipper untuk kegiatan belajar.
Saya pun mencetak kartu tersebut untuk dibagikan ke siswa. Mereka sangat penasaran saat saya memeperkenalkan Quipper, apalagi saat mereka mendapatkan kartu yang saya berikan. Semakin menambah rasa penasaran mereka untuk mengenal Quipper. Maklum sekolah kami belum memiliki internet jadi,  wajar saja mereka penasaran. Tapi, meskipun kami tinggal di desa tapi kami tidak boleh menjadi orang kampung yang terpuruk tak mengenal dunia teknologi.

Saya pun memerintahkan siswa yang memiliki laptop dan modem untuk membawanya untuk digunakan mengakses Quipper School. 

Saat memperkenalkan Quipper ada sedikit kendala yakni siswa tidak memiliki kartu internet. Akhirnya saya berinisiatip untuk membagikan kartu yang sudah saya daftarkan paket internet, kemudian kartu tersebut saya bagikan ke masing-masing kelompok, saat itu tiap kelas dibagi menjadi 4 kelompok dan tiap jenjang di sekolah kami hanya terdiri dari dua rombel.

Quipper Video

Bagikan Artikel ini:

Komentar Anda

Terima kasih telah berkunjung di situs kami www.wirahadie.com, semoga artikel yang kami sajikan memberikan manfaat untuk anda.

Jika ada hal yang ingin ditanyakan, silahkan tuliskan di kolom komentar.

Terima kasih atas perhatiannya.

Copyright © 2015-2017. wirahadie.com - All Rights Reserved