wirahadie.com

Niat Tulus yang Berbuah Fulus!

Niat Tulus yang Berbuah Fulus!

Setelah satu tahun menggunakan Quipper School, akhirnya saya berinisiatif untuk menggunakan wifi yang skala kecil, yang bisa dimanfaatkan oleh siswa untuk mengerjakan soal Quipper di sekolah. Saat tahun ajaran baru tiba saya sudah mendapatkan wifi yang saya beli lewat toko online tepatnya di Tokopedia, harganya sangat murah lumayanlah gak bikin kantong kempes. 

Setelah menngunakan wifi, kini siswa lebih mudah untuk mengerjakan tugas Quipper di sekolah. Siswa bisa memanfaatkan smartphone mereka untuk menjawab soal karena koneksi internet sudah menggunakan wifi. Beda halnya saat menggunakan modem yang harus membutuhkan laptop bisa terkoneksi.

Meskipun ulangan online dengan Quipper di sekolah kami harus bergantian karena keterbatasan perangkat yang dimiliki oleh siswa namun, saya sangat senang saat melihat siswa yang sangat antusias belajar menggunakan Quipper. Terkadang saya harus membawa dua laptop dan memanfaatkan smartphone yang saya miliki untuk digunakan oleh siswa agar mereka bisa mengerjakan soal ulangan dengan Quipper, meskipun agak repot harus membawa laptop yang banyak namun rasa itu hilang saat melihat kebahagain siswa saat menggunakan Quipper dalam proses belajar. It’s fun learning!

Setelah beberapa bulan kemudian setelah saya menggunakan wifi, ada kabar baik untuk para guru pengguna Quipper School, yaitu adanya program Ambasador dari Quipper School. Tugas dari ambasador dari Quipper adalah memperkenalkan Quipper School kepada rekan-rekan guru di sekolah. Saat saya diajak untuk menjadi ambasador Quipper oleh salah satu tim dari cs Quipper yaitu mbak Namira, saya sedikit ragu. Kenapa? Karena di tempat saya mengajar tidak ada jaringan internet sekolah, dan saya berfikiran tidak bisa mengajak rekan guru yang lain untuk menggunakan Quipper. Karena dalam hati saya berfikir, mungkin setiap guru tidak memiliki pola pikir yang sama seperti apa yang saya pikirkan. Misalnya untuk mengajak siswa menggunakan Quipper kita harus berani mengeluarkan biaya pribadi untuk membeli kuota internet dan harus menyediakan laptop dan sebagainya kepada siswa agar kita bisa menerapkan ulangan online dengan Quipper. Jujur saja saat menggunakan Quipper saya tidak pernah berfikir hal demikian karena membuat siswa senang belajar adalah tanggung jawab saya sebagai guru agar siswa senang dan tertarik mengikuti pelajaran yang saya sampaikan di sekolah. Membuat mereka senang menjadi kepuasan saya meskipun terkadang harus berkorban sedikit baik materi maupun waktu yang tersita untuk merancang kegiatan belajar yang menyenangkan bagi siswa.

Singkat cerita, akhirnya saya menerima tawaran dari mbk Namira untuk menjadi Ambasador di sekolah tempat saya mengajar yakni di MTs NS Wanasaba, Lombok Timur. Beberapa kegiatan ambasador semuanya saya lalui seperti mengerjakan tugas yang sudah disediakan mengikuti telekomfren. Yakni kita berdiskusi dengan pembimbing atau cs Quipper dan guru lain yang menjadi ambasador melaui telephone. Sambil bertanya jawab tentang cara menjalankan Quipper mulai dari cara daftar, memberikan tugas dll. Sangat menyenangkan saat mengenal guru-guru pengguna Quipper di seluruh Indonesia, bisa menambah pengalaman dan berbagi pengetahuan. Setelah selesai menyelesaikan tugas ambasador, saya sangat senang saat dinobatkan sebagai Ambasador di sekolah saya. Terlebih lagi saat mendapatkan sertifikat resmi dari Quipper School dan mendapatkan beberapa marchandise dari Quiper seperti kaos dari Quipper, polpen, dan poster. Semakin menambah semangat saya untuk menggunakan dan memperkenalkan Quipper di sekolah.

Saat menjalankan tugas saya sebagai ambasador saya pun mengajak beberapa rekan guru untuk menggunakan Quipper, saya mulai dari rekan guru yang lebih akrab agar komunikasi kami mudah dan berjalan dengan lancar. Saya mulai mengajak rekan guru sesama guru IPA dan mengajak beberapa rekan guru untuk menggunakan Quipper. Ada yang serius menanggapi dan berminat untuk menggunakan Quipper namun banyak juga guru yang hanya sekadar menyimak mungkin kurang tertarik karena mereka kurang mengerti dengan teknologi. Saya memakluminya, saya hanya menjalankan tugas saya sebagai ambasador.

Selain mengajak rekan guru, saya juga aktif berbagi pengalaman menggunakan Quipper dengan membuat beberapa panduan untuk guru dan siswa tentang cara menjalankan dan menggunakan Quipper untuk kegiatan belajar melalui blog pribadi saya. Sambil saya menyematkan kode ambasador yang saya miliki.

Alhamdulillah setelah membuat beberapa panduan tentang Quipper banyak guru dna siswa yang terbantu dengan panduan yang sudah saya buat, banyak guru dan siswa yang bertanya tentang cara menggunakan Quipper melalui facebook dan komentar blog ini. Saya pun merespon mereka dengan baik. Hasilnya pun luar biasa tidak saya sangka saya bisa mendapatkan insentif dari Quipper hasil merefrensikan Quipper ke guru-guru lain di seluruh Indonesia melalui blog ini. Hasilnya sangat lumayan dari banyaknya guru yang aktif terkadang setiap bulan saya bisa mendapatkan 300 ribu hingga 700 ribu sebulan dari program Ambasador Quipper. Tapi sayangnya program mabasador tersebut hanya berjalan 3 bulan. Tapi, saya sangat bersyukur mendapatkan rizki yang tidak saya sangka-sangka. Dari niat yang tulus untuk membuat siswa senang belajar akhirnya berbuah fulus. Alhamdulillah.

Bagikan Artikel ini:

Komentar Anda

Terima kasih telah berkunjung di situs kami www.wirahadie.com, semoga artikel yang kami sajikan memberikan manfaat untuk anda.

Jika ada hal yang ingin ditanyakan, silahkan tuliskan di kolom komentar.

Terima kasih atas perhatiannya.

Copyright © 2015-2017. wirahadie.com - All Rights Reserved